Peringatan Harlah ke-74 Majelis Ta'lim Al-Ahadi Pesantren Zainul Hasan Genggong
PROBOLINGGO – Majelis Ta'lim Al-Ahadi di Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kabupaten Probolinggo, sukses menggelar peringatan Hari Lahir (Harlah) yang ke-74. Acara ini berlangsung khusyuk dan dihadiri oleh jajaran ulama, habaib, tokoh masyarakat, serta Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Dr. H. Samsur, S.Ag., M.Pd.I. Dalam acara tersebut, disampaikan pesan mendalam bahwa eksistensi Majelis Ta'lim Al-Ahadi sebagai majelis tertua di Probolinggo hingga usia ke-74 tahun bukanlah karena kemegahan bangunan atau fasilitas, melainkan berkat pondasi keikhlasan dari para pendiri, pengurus, dan jemaahnya. Puncak acara diisi dengan tausyiah agama oleh K.H. Umar Hamdan Ali Karar asal Pamekasan, Madura. Dalam ceramahnya, beliau menyoroti fenomena gaya hidup masyarakat modern yang sering kali melalaikan ibadah. Beliau menyentil kebiasaan orang-orang yang betah nongkrong berjam-jam di kafe untuk menggunakan fasilitas WiFi, namun mengabaikan sholat lima waktu. "Meninggalkan sholat adalah dosa yang sangat besar, bahkan lebih besar dari dosa maksiat lainnya," tegas K.H. Umar Hamdan. Selain menjaga sholat, K.H. Umar Hamdan juga menitipkan dua pesan penting lainnya kepada para jemaah, yaitu peringatan keras untuk menjauhi harta haram dari praktik penipuan atau pencucian uang, serta kewajiban untuk selalu berbakti kepada kedua orang tua demi meraih keberkahan hidup. Acara peringatan Harlah ke-74 ini ditutup dengan doa dan lantunan sholawat, membawa pesan moral yang kuat bagi ribuan jemaah yang hadir, baik secara langsung maupun virtual.
Kembali